Story teller

My photo
Bertaqwalah kepada Allah, dan Allah akan ajar kamu segalanya

Wednesday, January 27, 2010

6: Cerita dakwah versi kanak-kanak

Tuhan mencintai burung, maka Tuhan menciptakan pohon agar burung tersebut mendapat tempat bermain yang bebas & hinggap berteduh di dahan yang rendang.

Tapi manusia merasa mencintai burung, maka manusia menciptakan sangkar yang membuat burung tersebut tak dapat terbang dengan bebas.

........

Pada suatu petang yg damai, seorang burung telah hinggap di sebuah pohon yg rendang seusai berterbangan di bawah langit Tuhan. Dilihat sang burung pohon itu sangat subur, buah-buahnya ranum, daun-daunnya rimbun, dahan-dahanya kukuh dan akar-akar rapat mencengkam tanah.

Lalu sang burung bertanya kepada si pohon, "Bolehkah aku mengambil sebiji buah dari dahanmu?"

"Ambillah, sememangnya aku mengeluarkan buah untukmu sang burung.", jawab si pohon.

Dan setelah kenyang sang burung berlalu pergi. Keesokan dia datang lagi untuk mendapatkan buah dan berteduh di dahan. Begitulah lazimnya. Hingga pada suatu hari sempat dia bertanya kepada si pohon, "Mengapa kamu membenarkan aku mengambil buah dari dahanmu?".

"Kerana jika bukan untuk kamu, buah-buah ini akan membusuk dan reput tanpa diusik ditelan masa atau luruh ke tanah di hembus angin", balas si pohon.

"Lalu bagaimana setelah aku menghabiskan seluruh buah di dahanmu aku pergi meninggalkanmu tanpa kembali lagi? Adakah kamu akan berasa sunyi?", soal sang burung.

(Si pohon ketawa)...

"Ah, aku sangat optimis kamu akan hinggap di dahanku untuk menumpang teduh, meskipun bukan untuk mendapatkan buah. Aku masih mampu memberi, berjasa untuk kamu", jelas si pohon.

Lalu sang burung menambah, "Bagaimana jika aku benar-benar pergi dan melupakan kamu?.

Si pohon diam seketika.

Dan 5 minit kemudian dia bersuara, "Mengapa aku harus berdukacita? Sepatutnya aku melahirkan rasa gembira kerana dapat memberi. Jika tidak kepada kamu, masih ada burung-burung lain. Sekalipun kamu menghabiskan seluruh buah di dahan-dahanku, ia tetap akan tumbuh kembali di musim akan datang. Bahkan mungkin lebih ramai kawanan burung hinggap di atas dahan sambil menikmati manisnya buah ini."

Sambung si pohon lagi, "Dan seandainya kamu pergi meninggalkan aku tanpa kembali lagi, aku tetap yakin kamu akan menyebarkan benih-benih buah yang dimakan. Lalu pohon-pohon baru akan tumbuh menghijau di atas bumi Tuhan."

Menjelang petang, sang burung terbang ke awan biru mendapatkan kawanannya yang lain, meninggalkan si pohon di tanah. Jika tidak bersarang di pohon, kebaikan si pohon akan bersarang di hati sang burung.


5:25 am
Thursday, 28/01/10

1 comment:

wansyaz said...

sangat precise. pokok tu bersuara lepas 5 minit.